Pelesir Ke Palembang - GriyaSantun.com : Rumah Santunku

Breaking

Home Top Ad

Saturday, November 30, 2019

Pelesir Ke Palembang

Beberapa waktu yang lalu, suami pulang dari tugas luar kota. Pulang dari luar kota, biasanya suami membawa oleh-oleh yang menjadi kekhasan daerah yang dikunjungi untuk keluarga di rumah, meski tidak harus, sesempatnya suami saja :)

Saat itu oleh-oleh yang dibawa suami adalah makanan khas dari daerah Palembang, yaitu pempek.
Palembang | credit : Flickr


Palembang memang terkenal dengan pempeknya yaaa. Hhmmm nyaaammm. Pempek adalah makanan dengan bahan dasar daging ikan dan tepung tapioka, yang dibuat dengan direbus dalam beberapa bentuk, ada yang lenjer, kapal selam, dll, kemudian disajikan dengan kuah cuka yang pedas manis segar. Ditambah irisan mentimun kecil-kecil, hmmm makin segerrrr rasanya!
Pempek Palembang | credit : gaptekupdate.info


Gak pake lama, dalam 1 hari itu, pempek oleh-oleh langsung ludes seketika, dimakan bareng sekeluarga sambil bercengkrama dan bertukar cerita :) One of our beautiful family time!
Krucil makan pempek Palembang, sampe keringetan :D | dok.pribadi


Asiknya ngobrolin pempek yang lezat itu, jadi pengen datang dan makan pempek langsung di sana :D

Selain pempek, ada makanan lain loh yang juga enak dari Palembang, sama-sama berbahan dasar daging ikan, yaitu tekwan. Bagi penggemar bakso seperti saya, tekwan bisa dibilang 11-12 dengan bakso. Tekwan makanan berkuah juga, mirip dengan bakso, hanya bedanya kalo bakso pakai daging sapi, tekwan pakai daging ikan. Plus kuah kaldu udang, biasanya dilengkapi dengan jamur kuping dan irisan bengkoang. Yang pasti sama-sama maknyus!
Tekwan Palembang | credit : wikipedia


Ngobrol macam-macam, sampai ke tempat-tempat asik di Palembang. Jadi bayangin makan pempek dan tekwan di sebelah sungah Musi, sambil menikmati pemandangan indah sungai dengan jembatan Ampera dengan lampu kelap-kelipnya diiringi hembusan angin sejuk bersama keluarga tercinta. Amboii asiknyaa! :D

“Yah, kapan-kapan kita main ke Palembang yuk” usul krucil.
“Insyaallah, doain ya, semoga kita bisa liburan main ke Palembang”.
“Aamiiin”, tanpa dikomando kita semua koor bersamaan :)

Yang namanya ibu, otomatis insting mencari info tentang budget yang harus dipersiapkan kalau jadi jalan-jalan ke Palembang, muncul tanpa diminta.

Otomatis otak mendaftar apa saja yang diperlukan nanti. Yaaa, meskipun tidak langsung sekarang perjalanannya, namun dengan lebih bersiap, tahu mau berkunjung kemana saja, tahu perkiraan biaya transportasinya, biaya penginapan, biaya makan nanti, dll, maka berapa budget yang diperlukan akan terlihat. Setelah itu baru cek-ricek dana yang ada, juga cek rencana kegiatan lain yang sudah direncanakan jauh-jauh hari. Kalau memang segala sesuatunya ternyata memungkinkan, dilakukan dalam waktu dekat, alhamdulillah. Kalau masih belum ya tidak apa-apa, bisa ditunda dulu, menabung dulu, sambil menunggu saat yang tepat :)

Ke Palembang, katanya tidak dibilang ke Palembang kalau tidak mampir ke tempat-tempat ini nih :

Jembatan Ampera

Jembatan ini adalah jembatan terkenal dan menjadi icon kota Palembang. Jembatan ini berdiri kokoh di atas sungai Musi, menghubungkan wilayah Ilir dan Ulu. Melihat foto jembatan ini, mirip-mirip dengan jembatan Vincent Thomas Bridge di Los Angeles yaaa :D. Emang pernah ke LA sana? Belum sih, cuma lihat di film-film sih udah hehehe.
Jembatan Ampera | credit : Antara

Pulau Kemaro

Pulau Kemaro adalah pulau/delta kecil yang ada di tengah sungai Musi. Disebut pulau Kemaro karena konon katanya pulau ini seolah tidak pernah tenggelam meski debit air sungai Musi sedang tinggi-tingginya. Seumpama musim kemarau yang tidak terkena air, ya kurang lebihnya begitu katanya. Makanya disebut pulau Kemaro. Di pulau kecil ini katanya ada pagoda kuno yang cantik khas bangunan Cina berlantai 9 dengan warna merah-emasnya.
Pulau Kemaro dilihat dari sungai | credit : bisniswisata.co.id


Kampung Kapitan

Disebut kampung Kapitan, karena di kampung itu ada 3 bekas rumah Kapitan, petinggi di sana saat jaman Belanda dulu. Namun seiring dengan pergantian zaman dan tidak terawatnya bekas rumah Kapitan yang ada, dari 3 rumah sekarang tinggal 2 rumah saja. Rumah Kapitan ini menjadi salah satu cagar budaya, yang sampai saat ini masih ditinggali oleh keturunan kapitan tersebut.
Kampung Kapitan | credit : wartamelayu.com

Wisata Religi Al-Bait Al-Qur’an Al-Akbar

Al-Quran Raksasa yang berada di Pondok Pesantren Al Ihsaniyah Gandus Palembang. Terdapat 30 juz ayat suci Al-Quran yang dipahat/diukir dengan ukiran ala khas Palembang. Al-Bayt Al-Qur'an Al-Akbar ini adalah salah satu kawasan wisata halal Indonesia.

Al-Quran yang terdiri dari 630 halaman ini lengkap dengan tajwid dan doa khatamannya. Tiap lembar terpahat ayat suci Al-Quran pada warna dasar kayu coklat dengan huruf arab timbul warna kuning dengan ukiran motif kembang di bagian tepi ornamen khas Palembang yang sangat indah di pandang dan enak dibaca. Pembuatan Qur'an raksasa ini memakan waktu sekitar 7 tahunan dan merupakan yang terbesar dan pertama di dunia dalam yang di buat pada media dari kayu jenis tembesu. 
Al-Bayt Al-Qur'an Al-Akbar | credit : tandapagar.com

Tiket Al-Bayt Al-Qur'an Al-Akbar | credit : ganaislamika.com


Peninggalan Kerajaan Sriwijaya

Kerajaan Sriwijaya adalah kerajaan nusantara selain Majapahit. Sriwijaya adalah kerajaan bahari yang pernah berdiri di pulau Sumatra  dengan daerah kekuasaan membentang meliputi Kamboja, Thailand Selatan, Semenanjung Malaya, Sumatra, Jawa Barat dan kemungkinan Jawa Tengah. Kerajaan Sriwijaya ini diyakini berdiri pada abad ke-6 dan runtuh pada abad ke-13, dengan pusat kerajaan berada di kota Palembang. 

Jika berkesempatan mampir ke kota ini, tentu sangat sayang sekali jika melewatkan berkunjung ke peninggalan-peninggalan bersejarah tersebut. Apalagi ada anak-anak yang sedang aktif-aktifnya bereksplorasi dan besar rasa keingintahuannya pada berbagai hal. Tentu hal ini bisa menjadi hal yang menarik bagi mereka :)

Terlepas dari ramainya isu yang beredar beberapa bulan yang lalu di Youtube, yang menyatakan bahwa kerajaan Sriwijaya adalah kerajaan fiktif, yang disampaikan oleh seorang budayawan terkenal. Biarkan pihak-pihak yang berwenang dan ahli dalam hal ini saja yang akan meneliti dan menggali lebih jauh, serta memutuskan.

Beberapa peninggalan kerajaan Sriwijaya | credit : wikipedia 


Cek-ricek biaya tiket pesawat ke Palembang melalui Pegipegi, alhamdulillah aksesnya cepat, gak bikin kita kelamaan nunggu loading hingga menampilkan hasil pencariannya sampai mata sepet. Cara pakainya pun mudah, bahkan oleh orang yang baru pertama kali cari tiket pesawat, baik lewat website atau pun aplikasinya. Juga bisa dapet harga murah, karena Pegipegi menjamin kita untuk mendapatkan harga terbaik.

Cari tiket pesawat melalui Pegipegi juga lengkap, karena terhubung dengan lebih dari 25.000 rute penerbangan! Apalagi dengan adanya diskon dan promo yang bertaburan, harga spesial untuk member, juga poin reward (PepePoin), bikin perjalanan jadi lebih hemat. PepePoin yang sudah terkumpul bisa dipakai untuk mendapatkan potongan harga loh!

Pilihan cara pembayarannya juga banyak, mulai dari transfer bank, ATM, perbankan online, kartu kredit, bayar cicil, hingga bayar lewat minimarket terdekat, sangat memudahkan untuk memilih cara pembayaran yang pas untuk kita. Layanan keamanannya yang terverifikasi menggunakan Comodoo Secure, aman transaksi di Pegipegi. Plus layanan customer servicenya selama 24 jam nonstop, bikin nyaman beli tiket di Pegipegi :)

Oiya, temen-temen sudah pernah ke Palembang belum? Tempat apa yang ingin kalian kunjungi? Atau ada saran destinasi menarik lainnya yang bisa dikunjungi? Boleh banget share di sini ya. Terima kasih sebelumnya :)

Salam,
Zakia - GriyaSantun.com

Referensi :
https://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Palembang
https://id.wikipedia.org/wiki/Sriwijaya
https://id.wikipedia.org/wiki/Kampung_Kapitan
https://id.wikipedia.org/wiki/Sriwijaya
https://id.wikipedia.org/wiki/Al-Qur%27an_Al-Akbar





4 comments:

  1. jadi kangen ke palembang lagi trenyata banyak juga yang belum aku lihat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, sudah pernah ke Palembang ya mbak? Makin banyak destinasi baru ya 😊

      Delete
  2. Kalau aku ke Palembang, yang pertama kali pengen dihampiri sepertinya tempat jualan pempek.😆

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah betul betul betul, cocok itu mbak, setujuuu 😆

      Delete